
Cianjur merupakan salah satu sentra produksi pisang yang memasok Jakarta. Hal ini mengingat letak Cianjur yang strategis dekat dengan Jakarta dan memiliki potensi lahan dan agroklimat yang memungkinkan untuk pengembangan pisang dengan mutu yang baik. Kecamatan sentra produksi pisang meliputi Kecamatan Cugenang, Sukaresmi, Parungkondang dan Cikalong Kulon. Dari Kecamatan sentra produksi pisang tersebut, Kecamatan Cugenang merupakan sentra produksi yang menghasilkan pisang yang memiliki rasa yang khas, masyarakat biasa menyebut “Pisang Girang”.
Dalam mendorong pengembangan pisang di Cianjur, Direktur Budidaya Tanaman Buah melakukan kunjungan lapang ke sentra produksi pisang di Kecamatan Cugenang pada tanggal 30 Mei 2008.
Pada kunjungan lapang tersebut juga hadir dari Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, BPTP Jawa Barat selaku Pembina Primatani dan PT Sewu Segar Nusantara yang melakukan kemitraan dengan petani pisang. Selain melihat kondisi pertanaman pisang yang telah menerapkan SOP, juga melakukan dialog dengan pengurus Asosiasi Pisang, Pengurus Kelompok Tani, Pengurus Gapoktan dan perusahaan swasta mitra.
Jenis pisang yang dihasilkan Kecamatan Cugenang terutama adalah pisang Ambon Putih/Kuning, Raja Buluh, dan sedikit pisang Mas. Dari jenis pisang tersebut pisang Ambon telah mampu memenuhi 80% dari kebutuhan sedangkan pisang Raja Buluh baru sekitar 20%. Khusus untuk Pisang Mas, yang menurut petani pisang selama ini harganya murah, namun PT. Sewu Segar Nusantara minta dalam jumlah yang besar untuk memenuhi supermarket yang ada di Jakarta. Karena pisang Mas tersebut selama ini hanya dipasok dari Kabupaten Lumajang.
Dalam mendorong pengembangan pisang di Kabupaten Cianjur khsusunya Kecamatan Cugenang, telah difasilitasi penyusunan dan sosialisasi SOP, fasilitasi percontohan pembrongsongan pisang, inisiasi pembentukan asosiasi petani Pisang Kecamatan Cugenang, inisiasi kemitraan, sosialisasi pemanfaatan KKP-E untuk pembiayaan pisang dan bersama Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat melakukan penilaian registrasi kebun GAP. Tujuan kegiatan ini adalah untuk : 1) meningkatkan produksi dan mutu pisang serta 2) meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani pisang
Mengingat pisang telah merupakan komoditas unggulan dan memberikan pendapatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Kecamatan Cugenang, maka akan dicanangkan “Getapis” atau Gerakan Tanam Pisang. Pengembangan pisang disini mendapat dukungan berbagai instansi seperti Ditjen PPHP, Ditjen PLA dan Badan Litbang Pertanian. Salah satu bentuk dukungan Badan Litbang Pertanian adalah Desa Talaga di Kecamatan Cugenang sebagai lokasi PRIMATANI. Melalui kegiatan Primatani, petani pisang memperoleh pendampingan teknologi serta adanya penguatan kelembagaan tani. Pada kegiatan Primatani juga diintroduksi tanaman sela untuk tanaman pisang yaitu tanaman cabe dan cai sim. Dari Ditjen PLA dialokasi 1 unit irigasi sprinkler, dan dari PPHP menyediakan tempat pencuci buah. Selain itu, melalui APBD telah dialokasi anggaran untuk pembangunan Klinik Agribisnis yang akan dilengkapi tempat pengepakan buah, tempat pencucian dan pengolahan pisang. Di Desa Talaga juga mendapat alokasi dana PUAP.
Petani pisang di Kecamatan Cugenang telah melakukan kemitraan dengan PT Sewu Segar Nusantara, PT. Tropicana, Sun Fresh dan PT. Berkah Jaya, disamping memasarkan produksinya ke pasar di Cianjur, Pasar Induk Kramatjati, Pasar Bogor dan Cibitung. Oleh karena itu dari segi pemasaran sampai saat ini tidak mengalami hambatan.
Namun demikian pengembangan pisang di Kabupaten Cianjur khususnya di Kecamatan Cugenang masih menghadapi beberapa permasalahan antara lain: 1) Belum tersedianya sarana pengairan di kebun petani, sehingga pada musim kemarau mutu dan produkstivitas pisang mengalami penurunan, 2) Keterbatasan permodalan untuk meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan pasar, 3) Mutu produk yang masih perlu ditingkatkan, dan 4) Kelembagaan tani (Kelompok Tani dan Asosiasi Petani Pisang) belum sepenuhnya berfungsi.
Berbagai upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan dan tindaklanjut pengembangan pisang ini, antara lain adalah ; 1) Penyediaan sarana pengairan untuk mengatasi kekeringan yang menyebabkan penurunan produktivitas dan mutu pisang, 2) Fasilitasi agar petani memperoleh kemudahan dalam mengakses ke sumber permodalan, 3) Pendampingan dan bimbingan kepada petani untuk menerapkan GAP/SOP yang telah disusun bersama stakeholders, dan4)Penguatan dan pemberdayaan kelembagaan tani.
Disamping itu, untuk memenuhi permintaan pasar yang sudah dirintis, Asosiasi Pisang Kecamatan Cugenang agar melakukan networking dengan kelompok tani atau asosiasi pisang daerah lain seperti yang memiliki kualitas hampir sama seperti Sukabumi, Bogor dan Purwakarta. Dengan demikian asosiasi pisang Kecamatan Cugenang dapat menjamin kontinuitas pasokan pasar, sambil secara bertahap meningkatkan mutu dan produktivitas pisang petani anggotanya.