Strategi Agribisnis Indonesia didalam Memasuki Pasar Eropa
Sumber Berita : Ditjen PPHP

Untuk memasuki pasar bebas,  agroindustri dan agribisnis merupakan salah satu prioritas yang perlu dikembangkan dalam pembangunan nasional, mengingat potensi sumberdaya alam Indonesia yang berlimpah. Selain daripada itu, selama masa krisis yang melanda perekonomian nasional, sektor pertanian masih tetap mampu bertahan terus. Sehingga dapat diprediksikan bahwa perekonomian nasional akan tetap tergantung pada sektor pertanian. Namun tanpa kita sadari bahwa produksi pertanian Indonesia yang berlimpah terkadang tidak dibarengi dengan penyedian pasar bagi produk pertanian.

 

Mengenai persiapan yang diperlukan menurut Eleanore Breukel mencoba memberi tuntutan praktis dan sederhana dalam tulisannya dalam CBI News Buletin bahwa beberapa langkah-langkah persiapan untuk memasuki pasar Eropa antara lain:

  1. Tahap Persiapan ( Level of Preparation) dimana persiapan yang perlu diperhatikan oleh produsen kepada calon mitranya didalam berusaha yakni ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan:
    • Pastikan tujuan anda didalam mencapai suatu perundingan dari maksimal sampai ke minimal, harus ditetapkan.
    • Meneliti mitra. Dalam hal anda perlu mengetahui mitra bisnis anda didalam berbisnis dan sebaliknya.
    • Mencoba untuk mencari landasan bersama didalam membangun kesepakatan seperti mengetahui teknik dan inovasi baru, kualitas dan pelayanan dan sebagainya.
    • Apa yang bisa anda pertukarkan, dimana dalam hal ini saling tawar menawar untuk suatu perundingan produk, desain, pasokan barang yang akan dibeli dari produsen terutama dalam bidang agribisnis.
    • Siapa yang mengambil keputusan. Di Eropa Barat, Selatan dan Timur, keputusan cenderung diambil pimpinan puncak dari suatu perusahaan.
    • Chek Siapa yang hadir pada perundingan. Di Eropa mudah mengenali pejabat / peringkat atas dari cara hormat diruang perundingan.
    • Periksa naskah kesepakatan. Untuk wilayah Eropa Barat dan Timur, protocol bersifat formal. Perlu kita tahu siapa yang mulai angkat bicara dan pelanggaran sengaja atas etika dimulai sebagai tanda ke syak-wasangkaan.
    • Siapkan kertas kerja anda. Siapkan aspek hokum dan perjanjian yang akan dicapai.
  2. Tahap Pembukaan (Opening Stage Level). Ciptakan suasana hormat dengan berpakaian rapi dan formal, saling bersalaman sewaktu bertemu dan berpisah. Dan perhatikan hal-hal sebagai berikut:
    • Perencanaan dan Fleksibilitas. Tetapkan agenda dan kerangka perundingan. Di Eropa Barat dan Utara diupayakan tepat waktu, di Eropa Timur dan Selatan lebih fleksibel.
    • Kepentingan. Kemukakan sasaran dan kepentingan anda dengan singkat.
    • Argumen yang kuat dan meyakinkan. Perundingan wilayah Utara dan Eropa Barat menggunakan logika untuk mitranya. Untuk wilayah Selatan dan Tenggara Eropa menggunakan pendekatan emosional sehingga berbicara panjang lebar. Namun jangan terpengaruh gunakan logika campur perasaan.
  3. Tahap Rumusan Garis Besar ( The General Concept Level). Fase perumusan strategi upaya memperoleh pandangan yang jelas kepentingan mitra dengan bertanya dengan dua hal yang perlu diperhatikan:
    • Identifikasi pokok persoalan, carilah permasalahannya dan sepakati bersama permasalahannya agar tidak terjadi salah paham.
    • Identifikasi peluang.
  4. Tahap Eksplorasi (Level of Exploration)
    • Kemungkinan- kemungkinan. Beberapa hal khusus yang diperhatikan spesifikasi, claim dan sebagainya, andalan yang bisa dipertukarkan (tradable).
    • Yang bisa dipertukarkan (tradable) ditawarkan kepada pertukarkan dengan penurunan harga produk.
  5. Tahap tawar menawar (Level of Bargaining). Tahap perjanjian dengan beberapa rincian bersifat spesifik dan realistis. Di Eropa Barat perjanjian ditulis secara terperinci. Anda sukses bila kedua belah pihak menang.

Dalam hal bidang agribisnis tentunya beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangan. Bagi komoditi-komoditi yang potential untuk pasar Eropa dengan mengikuti kriteria yang ada  didalam menuju meja perundingan dan teknik negosiasi agar terjalin hubungan bisnis yang real. Budaya bisnis antara Indonesia dan negara Eropa sudah lama terjalin akan tetapi menyangkut jumlah pasokan komoditi dan kualitas komoditi tersebut harus bisa kita sanggupi dengan ketentuan procedure yang ditetapkan berdasarkan peraturan yang berlaku didalam tataniaga perdagangan.

 

Data dikutip dan diolah melalui berbagai sumber/supplement Journal.

FHKP

Subdit Promosi dan Pengembangan Pasar

Direktorat Pemasaran Internasional

Ditjen PPHP