UncategorizedOctober 11, 2007 6:46 am
PERBANYAK BIBIT PISANG SECARA KULTUR JARINGAN  
   

PENDAHULUAN

Teknik Kultur Jaringan adalah mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap

Keuntungan Kultur Jaringan adalah :
· Menghasilkan bibit dalam jumlah banyak, bermutu, seragam dalam waktu singkat
· Sifat tanaman sama dengan induknya
· Kesehatan bibit lebih terjamin
· Kecepatan tumbuh lebih cepat dibanding konvensional

Langkah-langkah dalam proses Kultur Jaringan meliputi :
· Pembuatan media
· Inisiasi
· Sterilisasi
· Multiplikasi
· Pengakaran
· Aklimatisasi

Media
Merupakan faktor penentu dalam perbanyak secara Kultur Jaringan.
Komposisi Media (MS) dalam Kultur Jaringan pisang adalah sebagai berikut :

Garam Mineral mg/l
NH4N03 1650
KN03 1900
CaCl2.2H20 440
MgS04.7H20 370
KH2P04 170
FeS04.7H20 27,8
Na2EDTA 37,3
MnS04.4H20 22,3
ZnS04.7H20 8,6
H3B03 6,2
KI 0,83
Na2Mo04.2H20 0,25
CuS04.5H20 0,025
CoC12.6H20 0,025

Vitamin mg/l
Myo-inositol 100
Pyridoxine 0,5
Niacine 0,5
Thiamine 0,1
Glycine 2,0

Hormon mg/l
BAP 5-10
NAA 0,1-0,5

Bahan tambahan : Gula 30 g/l, air kelapa 150 ml/l, agar 6,2 g/l, pH 5,6-5,8

Inisiasi
Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan di Kultur
· Anakan
· Cuci dengan air mengalir
· Dikecilkan dengan pisau
· Dimasukan dalam media

Sterilisasi
· Sterilisasi luar :
Eksplan direndam dalam larutan Agrimycine 2 mg/l dan Benlate 2 mg/l selama 1 -24 jam
· Sterilisasi dalam Laminar Air Flow
§ Rendam eksplan dalam larutan clorox 30% selama 15 menit
§ Bilas 2 x dengan air steril
§ Kupas 1-2 pelepah
§ Rendam dalam larutan clorox 15% selama 10 menit
§ Bilas 2x dengan air steril
§ Kupas 1-2 pelepah
§ Kupas sampai sisa 3 daun pelepah ukuran 1,5 x 1,5 cm
§ Celup dalam larutan clorox 1% dan tanam di media

Lama waktu inisiasi dalam kondisi normal adala 4 minggu (minimal telah 2 x subkultur), selanjutnya masuk tahap multiplikasi

Multiplikasi
Multiplikasi adalah kegiatan pemotongan dan pemindahan eksplan ke media baru

Pengakaran
Hasil multiplikasi selanjutnya dipindah dalam media pengakaran sehingga terbentuk tanaman yang sempurna (planlet)
Media pengakaran adalah MS + 5 ppm NAA + Charcoal 1 g/l

Aklimatisasi
Aklimatisasi adalah proses penyesuaian palnlet dari kondisi mikro dalam botol (heterotrof) ke kondisi lingkungan luar (autotrof)

Pemilihan Kultur
Botol kultur dipelihara dalam ruang kultur aseptik (steril) dengan suhu 18-25 C dan intensitas cahaya 3000 - 10.000 lux selama 16 jam/hari

Uncategorized 5:43 am
AGROWISATA DKI JAKARTA  
   

TAMAN ANGGREK RAGUNAN

Taman anggrek ragunan (TAR) merupakan Aset Pemda DKI Jakarta dengan luas lahan sekitar 5 Ha, dikelola oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan DKI Jakart. Keberdaan TAR menjadi salah satu objek Wisata Argo, yang berfungsi sebagai :

· Tempat Wisata
· Tempat aktivitas agribisnis tanaman anggrek baik dalam bentuk tanaman maupun bunga potong.
· Sarana untuk mempelajari seluk beluk pemeliharaan anggrek

TAR dibagi menjadi 42 kavling yang dimanfaatkan untuk budidaya pembibitan tanaman anggrek dan bunga potong. Disamping itu dilengkapi pula dengan kios sarana produksi dan kantor pemasaran.
Kavling-kavling anggrek dikelola oleh petani anggrek yang tergabung dalam koperasi.
Jenis-jenis anggrek yang diusahakan oleh para petani ; Dendrobium, Orcidium, Arachnis, Phalaenopsis, serta tanaman hias penunjang lainnya.

Layanan informasi : Telp. (021) 782 4061



SITU BABAKAN

Situ Babakan terletak sekitar 300 m dari jalan Moh. Kahfi, dengan luas areal sekitar 35 Ha. Untuk menuju Situ Babakan melewati lingkungan pemukiman dan Kebun Rakyat. Sampai saat ini Situ Babakan baru berfungsi sebagai badan air irigasi, pemancingan, berenang dan tempat berperahu. Pada waktu mendatang Situ Babakan direncanakan akan dikembangkan dan dikelola sebagai obyek Wisata

Uncategorized 4:36 am
HIDUP SEHAT DENGAN PANGAN ORGANIK RAMAH LINGKUNGAN  
   

1. PENDAHULUAN

Pada dekade terakhir ini masyarakat/ konsumen semakin memperhatikan mutu dari produk pangan/pertanian. Faktor kesehatan dan keamanan pangan menjadi prioritas utama. Produk pangan/pertanian yang aman untuk dimakan dan aman bagi kesehatan antara lain yaitu pangan tidak mengandung residu bahan kimia, hormon ataupun bahan-bahan aditif sintetis. Salah satu produk pangan/pertanian yang bebas dari residu bahan kimia sintetis adalah pangan organik, yang sekarang ini sudah mulai banyak di produksi.

2. PENGERTIAN

Pangan organik adalh pangan yang dihasilkan dari Sistem Pertanian Organik, baik dalam bentuk mentah, setengan jadi, maupun produk jadi.
Pertanian Organik didefinisikan sebgai usaha budidaya pertanian yang hanya menggunakan bahan-bahan alami, baik yang diberikan melalui tanah maupun yang langsung kepada tanaman budidaya.

3. PILIHAN TERHADAP PRODUK/PANGAN ORGANIK

  • Terhindar residu pestisida kimia
  • Terhindar antibiotik berlebih
  • Mencegah penyakit yang timbul sebagi ekses dari proses produksi (salmonella, Listeria, Campyla bacter, dsb) yang dapat menyebabkan keracunan
  • Terhindari dari makanan yang diradiasi dalam proses pengawetan
  • Peduli terhadap lingkungan alam

4. BAHAN KIMIA BERBAHAYA PADA PANGAN/MAKANAN

  • Terbentuk secara sengaja
    Bahan Kimia berbahaya : Mitoksin, Skrombo (histamin) Ciguatoksin
  • Ditambah dengan sengaja atau tidak
    Bahan-bahan kimia pertanian : Pestisida, Fungisida, Pupuk, Inteksida, Antibiotik (pada ternak) dan hormon pertumbuhan (pada ternak)
    Logam dan Bahan berbahaya : Pb, Zn, As, Hg, Sianida
    Bahan tambahan jumlah berbahaya ; Pengawet (nitrit & sulflit), perangsang citarasa (MSG), bahan pewarna dan bahan pemanis
    Bahan bangunan dan sanitasi ; Lubrikan, pembersih Sanitizer, pelapis cat

Sumber : Rhodenamel 1992

5. KEUNGGULAN PRODUK/PANGAN ORGANIK

  • Bebas residu bahan kimia (pestisida, pupuk, hormon, pakan aditif)
  • Aman bagi kesehatan
  • Relatif tahan lama, basi dan busuk
  • Rasanya lebih enak (manis, renyah)
  • Warna fisiknya lebih alami
  • Harga relatif lebih baik/mahal
Hortikultura 4:32 am
CARA BERTANAM ANGGREK  
   

Perbanyak bibit.

  1. Cara Generatif (dengan Biji)
    Biji anggrek sangat lembut. Cara perbanyak dengan biji membutuhkan perlakuan yang khusus. Segala perlakuan pencambahan biji harus dalam keadaan yang aseptic (suci hama dan penyakit) yg dilakukan dilaboratorium.
  2. Perbanyak tanpa biji (vegetatif)
    yang diperbanyak adalah pada bagian tanaman antara lain :
    i. Memotong stek dan anak tunas
    ii. Membelah rumpun (split)
    iii. Pembiakan dgn sistem kultur jaringan

Penanaman Anggrek

  1. Menanam Anggrek di tanah (anggrek potong)
    Harus disiapkan bedengan dipinggirannya ditutup rapat dengan batu bata atau genteng yang lebarnya lebih kurang 50 cm panjangnya 60 cm dengan barisan arah Barat-Timur. Tempat tanaman dilapangan terbuka pada bedengan diisi serutan kayu agar bibit dapat berdiri tegak, buatlah penopang kayu atau bambu.
    Penanaman bibit jangan sampai menyentuh tanah tetapi menggantung dan ditutupi serutan kayu.
    Setelah tanaman segar berilah pupuk kandang, penyiraman pagi dan sore. Pada penyiraman ditambah pupuk lengkap seperti Pokom atau Gandasil. Tanaman anggrek yang cocok dengan cara ini adalah Vanda Sp, Appleblossum white, James storie, anggrek kalajengking dsb.
  2. Menanam anggrek di pot.
    Bibit dapat diperoleh dari botol, community (compot) atau split
    Bibit dari botol penganannya harus cermat, bibit harus dicuci adalah sebagi berikut :
    • Siapkan pot bersih dan direndam air
    • Masukan pecahan batubata, genteng atau arang yang bersi
    • Ambil bibit dari botol dengan kawat pengait satu per satu, cuci dengan air bersihTanam bibit dalam pot

 

Hortikultura 4:24 am
ANGGREK KHAS DKI  
   

DENDROBIUM JAKARTA MOLEK

Merupakan hasil persilangan antara Dendrobium Jaqueline Concert dengan Dendrobium Abang Betawi :

DENDROBIUM JAYAKARTA

DENDROBIUM ABANG BETAWI

Hasil persilangan antara Dendrobium Nancy Reagen dengan Dendrobium Jaqueline Concert

DENDROBIUM SRIKANDI JAYA

Merupakan hasil persilangan antara Dendrobium Pinang Stripe dengan Dendrobium Citra Pong

DENDROBIUM SATIRI MIRA

Merupakan hasil persilangan antara Dendrobium Bandung White dengan Dendrobium Jaqueline Concert