Pangsa Ekspor Agribisnis Jagung Indonesia

 

Komoditi Jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. Daerah-daerah penghasil utama tanaman jagung di Indonesia adalah, Propinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Gorontalo, Madura, D.I. Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur dan Maluku. Khususnya di Daerah Jawa Timur dan Madura, Gorontalo budidaya tanaman jagung dilakukan secara intensif karena kondisi tanah dan iklimnya sangat mendukung untuk pertumbuhannya.

Indonesia pada tahun 2004 produksinya baru 11,225 juta ton, pada 2005 meningkat menjadi 12,52 juta ton. Dan prediksi untuk tahun 2006 diperkirakan 12,13 Juta ton.

Pada kesempatan ini didalam mewujudkan suatu sistem pertanian yang terpadu, bahwa perlunya peningkatan produksi agribinis jagung untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan apabila memungkinkan dengan kapasitas produksi yang besar dapat membuka jaringan pasar ekspor Internasional. Apabila dilihat dari kondisi lahan, iklim serta kapasitas produksinya Indonesia cukup mampu didalam peningkatan agribisnis jagung untuk memenuhi permintaan daripada konsumen domestik dan Internasional. Dalam hal ini bagaimana sttrategi dan pelaksanaan pertanian terpadu yang digalakkan dengn integritas dan pemanfaatan lahan serta budidaya dan pertumbuhannnya.  Menurut survey dan pencatatan USDA, Departemen Pertanian, USA tahun 2005 stoknya masih 122,6 juta ton. Namun, sampai Oktober 2006 yang lalu tinggal 88,1 juta ton.

Menurut analisa ternyata produksi jagung dalam negeri memang belum mampu mencukupi kebutuhan bahan baku industri pakan ternak, untuk itulah dengan berbagai upaya dalam memenuhi permintaan konsumen agribisnis jagung ini, Pemerintah Indonesia telah mencanangkan swasembada jagung pada 2007, dengan target produksi 15 juta ton lantaran kebutuhan konsumsi dan industri pakan ternak yang melonjak. Diharapkan dalam pencanangan swasembada agribisnis jagung 2007 dapat berjalan dengan baik sesuai dengan mutu bibit tanaman jagung yang berkualitas didalam pengembangannya. Dimana dengan terbatasnya persediaan jagung dunia untuk ekspor dan meningkatnya permintaan etanol berpotensi menciptakan ekspektasi kenaikan harga jagung di pasar dunia untuk beberapa tahun ke depan, Indonesia diharapkan dapat mampu menangkap peluang pasar ini menjadi salah satu acuan untuk mencari celah pasar kebutuhan konsumen di pasar dunia

 

Produksi Secondary Tanaman Pangan Indonesia

                                                                                                                                       Ton

Tahun

Jagung

Kacang Kedelai

Kacang

Kacang Hijau

Ubi Kayu

Kentang

2002

9.654.105

673.056

718.071

  288.089

16.913.104

1.771.642

2003

10.886.442

671.600

785.526

 335.224

18.523.810

1.991.478

2004

11.225.243

723.483

837.495

310.412

19.424.707

1.901.802

2005

12.523.894

808.353

836.295

320.963

19.321.183

1.856.969

2006*)

12.136.798

780.880

839.970

334.200

19.907.304

1.805.431

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: BPS

 

Berbagai Sumber, Data dan informasi diolah oleh:

F. Hero K. Purba

Subdit Promosi dan Pengembangan Pasar

Direktorat  Pemasaran Internasional

Ditjen PPHP