Gabah Dibeli dengan Harga di Bawah HPP
Jakarta, Para petani padi masih ada yang menerima harga pembelian gabah kering giling Rp 2.095 per kilogram, jauh di bawah harga pembelian pemerintah atau HPP Rp 2.575 per kg di tingkat penggilingan.
Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Siswono Yudo Husodo di Jakarta, Selasa (2/10), mengaku sangat terkejut dengan kenyataan itu karena tingkat harga gabah kering giling (GKG) yang rendah justru terjadi setelah Bulog memperoleh kepercayaan penuh mengendalikan harga beras.
Bulog antara lain diberi kesempatan mengimpor beras secara bebas, termasuk beras kualitas premium.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata harga gabah di tingkat petani pada kualitas GKG bulan September lalu senilai Rp 2.542 per kg, atau lebih rendah dari HPP.
Data tersebut didapat berdasarkan observasi terhadap 875 transaksi di 17 provinsi, antara lain di Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.
Harga gabah kualitas GKG paling rendah ditemukan di Hulu Sei Utara, Kalimantan Selatan, senilai Rp 2.095 per kg. Sementara harga tertinggi Rp 2.850 per kg di Bandung, Jawa Barat.
Meski terdapat rentang perbedaan harga, rata-rata harga gabah di 17 provinsi penghasil beras utama itu masih di bawah HPP. Kualitas GKG yang diobservasi memiliki kadar air kurang atau sama dengan 14 persen dan kadar hampa kurang atau sama dengan 3 persen.
Siswono meminta Bulog segera turun tangan membeli gabah dari petani. Respons cepat ini diperlukan untuk menyelamatkan nasib petani.
“Bulog harus segera membeli gabah petani yang berada di bawah HPP sebagai wujud solidaritas nasional bagi pembangunan bangsa,” katanya.
Bentuk solidaritas ini diwujudkan dengan memberikan perhatian penuh kepada orang- orang tidak mampu. Dalam kasus ini, petani juga harus mendapatkan perhatian untuk mendapatkan haknya memperoleh harga gabah yang wajar.
Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir menyangsikan akurasi survei harga gabah oleh BPS yang menunjukkan harga GKG di bawah HPP, Rp 2.575 per kg.
Menurut dia, produksi gabah pada panen gadu berkurang, sedangkan konsumsi beras nasional tetap, yakni 2,6 juta ton.
Berdasarkan hasil pantauan KTNA di daerah-daerah produsen beras, harga terendah GKG di Jawa Barat masih tinggi, yakni Rp 2.600-Rp 2.700 per kg. Rata-rata harga GKG terendah di Jawa masih di atas Rp 2.600 per kg.
Memasuki panen di musim gadu ini, para pedagang berebut gabah. Hal itu disebabkan suplai gabah berkurang akibat produksi menurun. Dalam kondisi seperti itu, amat mustahil mendapati harga gabah di bawah HPP. (MAS/DAY-Kompas)
